Minggu, 16 Maret 2014

Thanks for Mr.President !

Ternyata sudah lama tidak lagi posting di blog ini. Awalnya nulis lagi, semangaatnya seperti pejuang 45 menang perang. Itu juga karena dicolek multiply  gara-gara situs mereka akan menutup layanan blogging karena bangkrut. Hanya saja setelah beberapa posting, saya kok ngerasa menjadi kurang termotivasi. Apa karena kerjaan? kurang inspirasi? Atau mungkin hanya pembenaran saja? aahh tapi bisa jadi emang saya yang terlalu banyak alasan:D

Dan hari ini, untuk memulai kegiatan tulis-menulis ini, saya memutuskan posting !!

Dan judul post diatas bukan karena saya pendukung berat SBY. Tapi tidak lain karena sebagai Rakyat Indonesia bagian Sumatera di Provinsi Riau, meerasa kedatangan bos RI 1 minggu lalu bener-bener memberikan perubahan yang sangat signifikan.

before - after
Yups, yang saya bicarakan adalah bencana asap yang memenuhi headline berita-berita nasional sebulan terahir. Konon katanya, ini disebabkan kebiasaan masyarakat Riau yang membakar lahan guna mendapatkan cost se-minimal mungkin dalam pembukaan kebun sawit. Sawit memang menjadi komoditas utama di provinsi ini. Dari sawit, Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Sekaligus sebagai pengekspor asap ke negeri tetangga sebagai bonusnya.

Apapun itu, yang dilakukan Presiden dan biasanya selalu di asosiasikan dengan pencitraan menjelang pemilu, saya tetap apresiatif dengan perintahnya untuk menugaskan 2500 anggota TNI membantu proses pemadaman kebakaran ini.

Thank You Mr President. You Are Such a Hero !!

Sabtu, 26 Oktober 2013

Saat kita terlalu tinggi melihat ke atas

Herous among us

Saat kita terlalu tinggi melihat ke atas, 
 terkadang yang di miliki sudah terasa tidak berarti lagi
sibuk mencari pembenaran, karena alasan kecewa dan sakit hati
menjadi tuli, malas untuk sekedar mencoba memperbaiki diri


Foto ini diambil di daerah sentra bawang merah di desa Larangan Brebes. Pagi pukul 05 sebelum para petani ini melakukan aktifitas bertaninya, sudah menjadi kebiasaan untuk terlebih dahulu mengantarkan anak-anaknya bersekolah. Pendidikan mereka tidak tinggi. Bahkan kelompok KKN kami ditugaskan ke desa ini 4 tahun lalu untuk mengajarkan mereka membaca. Mengenalkan aksara, dan mengentaskan buta aksara. Tapi tekad ibu-ibu disini sungguh luar biasa. Mereka ingin anaknya menjadi sarjana. sekolah setinggi-tingginya.

Kesederhanaan memang mengajarkan kekayaan. Bukan harta, melainkan hati.

Semoga cerita ini mengajarkan syukur bagi kita semua

- the jakarta post -

Jumat, 13 September 2013

Hidup ini warna warni

colourfull

Hidup ini warna warni.
 
"Sebagai orang Indonesia yang menghargai sopan santun dan tatakrama, tindakan yang tidak pada tempatnya, tidak dan tidak akan pernah saya lalukan kepada orang yang lebih tua, apalagi kepada Presiden - yang merupakan lambang negara. Buat saya, Presiden adalah lambang negara, yang harus dihormati oleh siapa pun sebagaimana lambang lambang negara yang lain seperti lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih,"

Chairul Tanjung

Kamis, 20 Juni 2013

Home; возврат; Volver; 復帰

Another summer day 
Has come and gone away  
In Paris and Rome  
But I wanna go home, 
I'm just too far From where you are  
I wanna come home

by Michael Buble

Pernah ga ngerasa homesick akut? Jujur hari ini dan dalam beberapa hari terahir, gw lagi ngrasa begitu. Pake banget ! Homesick dalam hal ini bukan berarti cuma mau ngomongin pulang kota, mudik, pulang kampung, atau apalah yang biasa jadi sebutan kita untuk itu. Tapi mungkin kepada tujuan hidup. Tujuan dari setelah-proses yang kita pilih buat dijalani sekarang.

Di buku Titik Nol nya Agustinus Wibowo diceritakan kalo dia memilih memutuskan pergi keliling dunia, karena jenuh mengejar cita-cita yang sebenernya menjadi cita-cita orang tuanya. Most people, often run their ownlife just because they have to, not because they want to. Dan si Agustinus ini menemukan titik jenuhnya justru setelah menerima ijasah kelas wahid dari universitas nomer satu di Cina. Tentu pilihan menjalankan hidup dengan prinsip "they want to"nya itu, banyak menemui kendala di tengah mainstreamnya orang orang yang tidak berani memantapkan hati segila itu.

Back to my reality life, gw sendiri tidak bermimpi menjadi seekstrem dan sesufi Agustinus memaknai sebuah perjalanan hidup, hanya menginginkan punya keteguhan hati seperti dia. Bukan buat keliling dunia. Tapi dengan tujuan buat pulang. Tujuan hidup dalam hal apapun.


Pada akhirnya, berfokus pada tujuan akhir akan jauh lebih bijak daripada harus mengeluhkan keinginan sementara yang belum kunjung datang. Menjalankan pilihan hidup yang kita jalani didasari cinta. Bertanggung jawab akan segala hal yang menjadi pilihannya. Mencintai proses, menantikan hasil. Karena pada akhirnya, tujuan dari semua perjalanan ini adalah pulang. Pulang kembali ke tujuan kita masing-masing.

Mengutip khotbah jumat pada suati hari

Jika kita membaca hanya dengan mata, yang kita dapat adalah kata
Jika kita membaca dengan hati, yang kita dapat inspirasi


Masalahnya apa kita semua sudah menentukan kemana tujuan pulang? Dan sudah berusaha untuk mencapai tujuan itu. dengan hati..

#aw

Selasa, 02 April 2013

2013 GP Formula 1 @Sirkuit Sepang Malaysia

Kami memang sudah merencanakan perjalanan ini sejak beberapa bulan lalu. Ini kali ketiga berkunjung ke KL. Hanya saja yang berbeda dari kunjungan sebelumnya, sekarang saya jalan berdua bareng braderhood dan memang mengkhususkan nonton annual even Formula One disini. Sebenarnya kami juga bukan penggemar F1, pengalaman pernah nontonnya yang pengen kami cari. Apalagi sekelas even internasional yang diadakan HANYA di 2 negara di Asia Tenggara. Ditambah dengan operational cost yang lebih manusiawi, jadilah diputuskan buat nonton perhelatan Formula One di Kuala Lumpur, bukan F1 Nite Race di Singapura.


Nonton mobil muter-muter seperti yang kita liat di siaran TV nasional awalnya saya pikir akan sangat membosankan. Ga worth it lah, buat dikejar sampe ke negeri Jiran begini. Namun pertama kami sampe di sirkuit, atmosfirnya bener-bener berbeda dari expectasi awal di kepala. Suara mesinya, euforianya, penontonnya. SERU !!  GOKILL !! :D

Tapi tentu saja bukan hanya urusan serunya yang pengen di share disini. Dari akomodasi, cost, foto sampe trasportasi. Plus komen ga penting mengenai even ini.

HOW TO GET THERE ??

The Fast Train
25RM (One Way)

Akomodasi dan Trasportasi. yang pertama dan yang ga kalah penting dari acara itu sendiri. Seperti biasa saya berangkat dari Sultan Syarif Kasim II International Airport Pekanbaru pake Air Esia. Tiket PP beli promo, sekitar 360rb saja. Nginap di Beltif Hotel di bukit bintang dengan standar roomnya 120RM buat 2 orang. Pilihan tempat nginap lain, sebenarnya banyak yang lebih murah, Semacam hostel seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, bisa kita cek ratenya di situs-situs booking hotel seperti agoda.com dan .com .com lainya. Yang saya sudah pernah coba di serenity hostel. Persis di area cafe-cafe disini. Anyway, broder saya berangkat dari Adi Sutjipto Jogja. And stiiillllll by Air Esia tiket PP promo yang kurang lebih PP seharga 600rb. Memang kalau kita rajin mantau tiket-tiket promo, sebenarnya ke luar negeri khususnya di sekitaran Asia Tenggara masih sangat terjangkau lhoo.

K2
K1 Grandstand
Spectator Guide
Back to main event yang akan dikupas tuntas, one stop ticket bisa kita beli DISINI. Dan tiket berlaku sampai dengan 3 hari nonstop dari mulai kualifikasi, training session sampe hari-H nya. Karena kami pun kesini tanpa basa basi dengan perencaan dan informasi yang setengah matang, saya langsung membeli tiket di K2 sekitar 250an rb per orang, yang juga jadi awal ketololan kami selanjutnya. Yang pertama, penjualan tiket JAUH LEBIH murah saat early bid, atau penjualan jauh-jauh hari yang ga lebih dari 100an rb per orang di lokasi yang sama. Saya masih yakin ga yakin nonton saat itu, jadilah membeli tiket mepet hari. Tiket lebih mahalah konsekuensinya. Kesalahan kedua, dengan membeli tiket grandstand sebenarnya kita bisa sekaligus mendapatkan tiket masuk nonton After Race Concert. Tiket grandstand termurah di K1B Grandstand saat early bid sekitar 400an rb. And you know what??? band utama hari itu Gun N Roses pemirsa ! Gun N Roses !! Dengan tiket 400rb (kalo saya langsung beli waktu itu) bisa nonton F1 dan nonton mereka. Tapi sialnya saya hanya punya tiket K2. Crapp !!

Trus gimana bisa foto K1 grandstand?? Nahh ini sebetulnya kejadian yang tidak disengaja cuman bisa dijadikan contoh (jelek) Jadi,, seperti yang saya ulas tadi, tiket nonton kami ada di K2. Karena pas waktu sholat, Saya mampir ke mushola, yang ternyata ada di K1. Alhasil karena pengawasan tiket di tengah race tidak seketat awal masuk, berhasilah kami berdua nonton di K1 Grandstand. Ibarat nonton konser band-band lokal. Di tengah concert ada tiket jebolan :D  

ShowRoom @Petronas Tower
So, Tips saya dalam nonton Formula One di Sepang Sircuit, yang wajib harus dipersiapkan demi mendapatkan operasional cost serendah-rendahnya dengan keuntungan sebesar-besarnya adalah :
1. Cari Tiket Promo jauh-jauh hari
2. Beli tiket Grandstand saat earlybid, ga peduli siapa artis after race concertnya (soalnya pasti keren. Ga mungkin band sekelas Armad* yang ngisi acara ini kan? )
3. Cari penginepan (sesuai budget dan selera) di sekitar KL-Center beberapa minggu sebelum race. Selain dekat dengan pusat transportasi yang bisa ngantar kalian ke banyak tujuan di Kuala Lumpur, pilihan tempat makan juga banyak tersedia disini. Termasuk transport langsung ke Sepang Sircuit atau Batu Caves.
4. Bawa "amunisi" cukup. Karena mall di sekitar sirkuit menawarkan banyak sekali merchandise original yang super coool, untuk sekedar koleksi atau kenang-kenangan.
5. Sempatkan kunjungi petronas tower di malam sebelum race. Mall yang berlokasi di basement gedung ini mengadakan banyak event meramaikan Formula One. Untuk tahun ini, konser yang diadakan dengan artis utama BackstretBoys !!!!

Well, See You On 2014 Formula One Grand Prix Sepang Sircuit At March 21-23, 2014 guys. Be Prepared ;)