Minggu, 10 Maret 2013

Financial Plan : RD, DPLK, Emas, Saham

OK,, here we go againn

nglanjutin posting sebelumnya ngomongin PV FV, post kedua yang akan saya bahas adalah mengenai pilihan investasi yang bisa kita ambil untuk misalnya mendapatkan 147.000.000 itu tadi. Dan dalam memilih sebuah pilihan investasi, hendaknya kembali lagi harus mempertimbangkan dengan kondisi keuangan kita. Apa tujuan dari investasi, dan berapa keuntungan yang ingin kita peroleh dari sebuah investasi. Kita memang bisa nabung dengan cara konvensional selama 14 tahun dengan 168 bulan disitu. Namun jika dilihat dari value dalam menabung uang kertas yang bisa jadi berkisar antara 875.000 per bulan selama 168 bulan tadi, tentu secara hitung-hitungan tidak akan lagi menguntungkan?. Terlebih lagi, esensi dari sebuah investasi adalah mendapatkan keuntungan dari uang yang sudah kita keluarkan bukan?

Soo berikutnya yang saya akan sajikan adalah beberapa data yang menunjukan kenapa kita harus menginvestasikan atau berinvestasi lebih dini karena dengan semakin dini kita berinvestasi, gain yang bisa kita dapat dari investasi itu sendiri akan lebih maksimal. Saya ambil contoh kali ini dengan berinvestasi emas. the most popular investment yang lagi happening di Indonesia dalam beberapa tahun terahir yang saya bandingkan dengan ongkos naik haji (misalnya)

2007 ONH RP 26,215,316, USD2,971xRp8,822 Senilai Emas 141 Gram
2008 ONH RP 32,026,130, USD$3,484xRp.9,191 Senilai Emas 129 Gram
2009 ONH RP 33,479,248, USD3,454xRp9,691 Senilai Emas 108 Gram
2010 ONH RP 30,434,108, USD3,364xRp9,047 Senilai Emas 88 Gram
2011 ONH RP 30,822,332, USD3,589xRp8,588 Senilai Emas 62 Gram
2012 ONH RP 30,822,332, USD3,638xRp8,588 Senilai Emas 59 Gram

Sebenernya penjelasan sederhana dari pilihan investasi dalam hal ini emas, adalah karena nilai pertumbuhannya jauh lebih tinggi dari inflasi mata uang itu sendiri. tapi apa kelebihan emas dan pilihan investasi lainya? Mari coba kita kupas tuntas blas satu-satu menurut pendapat amatiran saya yang kebetulan sudah pernah saya coba semuanya.

Emas
Yang perlu kita ketahui, nilai pertumbuhan rata-rata investasi ini berkisar antara 15%-20% per tahun. atau lebih tinggi 7-12% dibanding inflasi di Indonesia. Selisih harga emas dan inflasi inilah yang bisa kita sebut gain atau keuntungan nominalnya. History berapa pertumbuhan harga bisa kita liat melalui banyak website yang menjamur membahas emas. Tanya saja dengan Eyang Subur. Ehh eyang google maksud nya. Atau bisa kita cek DISINI :D

Kelemahanya?? Masih menurut pendapat pengamat amatir saya, berinvestasi emas ada beberapa hal yang mesti kita pertimbangkan. Jika kita menginginkan return yang besar dimasa depan, pembelian juga harus dalam nilai yang besar (pembelian aktual).  Kemudian resiko kehilangan menyimpan logam mulia juga harus diperhitungkan. Dan harga jual tidak bisa kita kendalikan, a.k.a wajib mengikuti harga pasar.


Reksadana
Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia. Biasanya, produk reksadana terdiri berupa RD saham (modal diinvestasikan pada saham), RD pasar uang (sukuk dan obligasi), RD Campuran (Saham dan Pasar Uang) dan lain-lain tergantung melalui manajer investasi mana yang kta pilih untuk menyertakan modal. Return investasi dari Reksadana berkisar dari 5%-20%, tergantung produk dan jenis reksadana yang akan kita sertakan. Pembahasan detail reksadana apa dan bagaimana bisa di akses DISINI. Untuk yang satu ini, pilihan dan penjelasan reksadana, saya rasa akan lebih pas jika kita membaca dan mengintepretasinya masing-masing.

Kelemahanya?? yang jelas hitung-hitung pertumbuhan rata-rata per tahun (RD Saham) kebanyakan masih dibawah rata-rata emas. Walaupun ada juga beberapa RD yang bernilai lebih tinggi daripada emas. Untuk Flexibilitas, keamanan, menurut saya jauh lebih aman dari berinvestasi emas. Karena setiap transaksi yang dilakukan dan penyimpanan aset dilakukan secara on-line atau digital.

DPLK
DPLK atau dalam bahasa sederhana adalah pengelolaan dana pensiun, technicaly sama dengan nabung. Hanya saja uang yang kita "tabung" kan ini, akan dikelola lagi oleh badan pengelola ke instrumen investasi lainya. Apakah saham, Obligasi dan lain lain. Kelebihanya, kita bisa memilih dengan nominal bebas. tergantung pilihan si pengelola.

Kelemahanya?? Tidak Liquid a.k.a tidak bisa diperjual belikan. Dalam nominal tertentu, misalkan DPLK BN*, mereka membatasi hasil dana kelolaan jika diatas 500jt, sisannya akan dibayarkan berupa anuitas atau dalam bahasa keren kita akan dapat dana pensiun s.d ahli waris ke sekian meninggal dunia. Dan yang saya sendiri masih belum iklas adalah,,, dengan mengikuti DPLK, di akhir periode masih harus dipotong PAJAK !! dan karena warga yang bijak taat pajak, ya suka ga suka harus terima. dengan bijak tentu saja :D


Tanah/Property
Kalo pililhan investasi ini, pun kalo saya akan jelaskan kebanyakan orang sudah mengerti karena sudah umum diketahui. Daerah kampus di DIY, yang terkenal dengan pertumbuhan tanah paling tinggi, kisaran pertumbuhanya "hanya" di kisaran 10%-15%. Namun kelebihanya, harga jual dari tanah atau property, sekalipun tergantung harga pasar, beberapa hal juga bisa membuat nilai tanah ini jauuuuhh dari harga pasar karena banyak faktor X. Selera, negosiasi, dan kondisi tanah itu sendiri.

Kelemahanya?? yesss. bener banget. biasanya menginvestasikan dalam aset berupa tanah ataupun property membutuhkan modal yang tidak sedikit. Dan tidak liquid.


Daripada makin puyeng, berikut saya rangkum dan bandingkan peer to peer beberapa pilihan investasi yang bisa kita pilih dengan nilai returnya masing-masing. Saya mengasumsikan expected returnnya sekitar 400.000.000 dengan periode investasi 15 tahun, dengan pilihan investasi aktual (sekali) maupun berkala. By the way, saya masih menggunakan perhitungan dibawah ini dengan metode yang sama di post saya sebelumnya. Dan sekali lagi penghitungan ini sifatnya asumsi. karena return tiap pilihan instrument investasi tentu saja bisa berubah sewaktu-waktu. Hanya sebagai gambaran Bisa juga kita hitung melalui kalkulator onlinenya DISINI

Apapun pilihan kita, jangan pernah berharap akan menjadi KAYA dengan berinvestasi macam ini. Pilihan investasi baik emas, reksadana, tanah atau apapun pilihan kita, hanya bersifat mengamankan nilai uangnya saja, dibandingkan kita harus menyimpan aset dalam bentuk mata uang kertas. tentu kenyamanan bagi setiap orang tidak sama. Tingkat tiap orang menerima resiko investasi pun begitu. Kalo anda ingin KAYA, yaa WIRAUSAHA

Punya pendapat yang berbeda? sah-sah saja ;)

Jumat, 01 Maret 2013

Financial Plan : Present & Future Value

berbicara financial plan, beberapa minggu terahir saya membaca banyak referensi untuk bekal mempersiapkan masa depan keluarga saya. Padahal berkeluarga saja belum. Tapi gapapa kan, tidak ada salahnya mempersiapkan diri? hehee :D

Kenapa baru di tahun ini? Karena untuk saya, sekaranglah (2013) waktunya. Saat semua kepengenan, niat dan keinginan pribadi udah ditunaikan semua. Nyenengin orang tua? Saya rasa tinggal menikah saja yang akan bikin mereka bahagia. Memang dalam 2 tahun terakhir, hasil dari mengabdi menjadi insan di perusahaan listrik ini, sudah dicita-citakan untuk happy-happy. Jalan sana sini, ngumpulin gadget, dan mencukupi kepengenan yang lain. Dan saya merasa sudah cukup. Cukup sudah kalo judul lagu nya Glenn Fredly.

Terus hasil saya baca itu apa dong?? naah ini tujuan nulis ini. Mostly, (mungkin ini asumsi saya saja, dan mohon maap jika kurang tepat) untuk hal-hal ini kurang begitu diperhatiin sama kita.  Udah terlanjur nyaman, terus serabutan. Karena jujur emang sayapun juga memulainya seperti itu. invest sana sini, asal-asal tanpa mempertimbangkan bagaimana kedepan. Reksadana, DPLK, Bisnis sudah saya coba. Dan karena ke asal-asalan itu, pembelajaran ini yang pengen saya share. 
Pertama yang akan di bahas adalah :

PV dan FV
Mampus kan, udah kaya jaman SMA belajar Fisika. Tapi sebelum ngomongin financial plan, kita memang mesti tau dulu tujuan kita berinvestasi itu apa. Dan PV FV adalah starting point dari semuanya. soo saya lanjutkan bahasan mengenai PV dan FV ini.

PV atau Present Value adalah nominal sekarang, yang kita bisa asumsikan dengan variabel apapun yang penasaran pengen kita itung. Makan, sekolah, bahkan permen atau ongkos angkutan umum juga bisa. Sedangkan
FV atau future value adalah besarnya biaya di masa depan. Variabel yang kita asumsikan di Present Value tadi. Di bawah ini yang saya coba contohkan adalah biaya kuliah

FV= PV. (1+r)n  
FV atau future value adalah besarnya biaya di masa depan
PV adalah nominal biaya sekolah saat ini
r adalah besarnya bunga atau inflasi
n adalah jangka waktu yang Anda butuhkan.

Atauuu daripada makin puyeng dengan dengan rumus ribet diatas, langsung aja buka excel. Cari dan masukin di fungsi FV. Tapi kalo masih pake mesin ketik di kantor ya susaah. hehe

FV(rate,nper,pmt,[pv],[type])
Dimana :
rate : tingkat suku bunga pada periode tertentu (per-bulan/per-tahun)
nper : jumlah angsuran/pembayaran (termin)
pmt : besar angsuran yang dibayarkan
pv : Present Value (nilai minus apabila yang dihitung adalah FV nya)
type : bernilai 1 jika pembayaran di awal, 0 jika pembayaran di akhir periode

Singkat cerita, kalo kita pengen hitung biaya naik angkot 20 tahun lagi dari sekarang, kita bisa gunakan rumusan ini. Langsung saya simulasikan saja biar ga mubeng. Contohnya juga kurang tepat kalau ongkos angutan umum. Bisa jadi 20 tahun lagi, presiden kita tercinta sudah mensubsidi transportasi jadi gratis. Sooo kita ambil biaya kuliah saja, serius dikit ;)

Misalkan biaya kuliah anak kita yang sekarang umurnya 5 tahun masuk perguruan tinggi saat ini diasumsikan Rp 50,000,000,-  berapa si biaya 14 tahun kemudian saat anak masuk perguruan tinggi ?
Andaikata pemerintah mampu mempertahankan tingkat inflasi pada angka 8% maka:
rate = 8%
nper = 14
pmt = 0, karena tidak ada yang dibayarkan setiap tahunnya
pv = -50,000,000 ; cashflow berkurang karena asumsi membayar
type = 0; dibayarkan di akhir periode (14 tahun lagi)
Nilai FV yang didapat adalah 147,000,000.

Banyak kan?? Cuman bahasannya belum selesai sampai disiniii. Kalo kita udah tau berapa kebutuhanya, tinggal bagaimana bisa memenuhi total kebutuhan itu yang jadi masalahnya. Dan dari sini kita akan menentukan instrumen investasinya. Sekedar nabung jadi anggota taplus, ikut DPLK, beli reksadana, nimbun emas, money game, nipu, sampe jual diri juga mah bebasss. Tapi tentu bukan 3 pilihan terahir yang akan dibahas. hehe :D

Tapi sebelum mata dan kepala semakin mubeng baca tulisan ini. untuk membahas PV FV, saya sudahi sekian dulu. lanjutan post untuk macem-macem pilihan investasi, bisa baca di post berikutnya. woleesss 

Salam Cetharr
~aw