Sabtu, 26 Oktober 2013

Saat kita terlalu tinggi melihat ke atas

Herous among us

Saat kita terlalu tinggi melihat ke atas, 
 terkadang yang di miliki sudah terasa tidak berarti lagi
sibuk mencari pembenaran, karena alasan kecewa dan sakit hati
menjadi tuli, malas untuk sekedar mencoba memperbaiki diri


Foto ini diambil di daerah sentra bawang merah di desa Larangan Brebes. Pagi pukul 05 sebelum para petani ini melakukan aktifitas bertaninya, sudah menjadi kebiasaan untuk terlebih dahulu mengantarkan anak-anaknya bersekolah. Pendidikan mereka tidak tinggi. Bahkan kelompok KKN kami ditugaskan ke desa ini 4 tahun lalu untuk mengajarkan mereka membaca. Mengenalkan aksara, dan mengentaskan buta aksara. Tapi tekad ibu-ibu disini sungguh luar biasa. Mereka ingin anaknya menjadi sarjana. sekolah setinggi-tingginya.

Kesederhanaan memang mengajarkan kekayaan. Bukan harta, melainkan hati.

Semoga cerita ini mengajarkan syukur bagi kita semua

- the jakarta post -

Jumat, 13 September 2013

Hidup ini warna warni

colourfull

Hidup ini warna warni.
 
"Sebagai orang Indonesia yang menghargai sopan santun dan tatakrama, tindakan yang tidak pada tempatnya, tidak dan tidak akan pernah saya lalukan kepada orang yang lebih tua, apalagi kepada Presiden - yang merupakan lambang negara. Buat saya, Presiden adalah lambang negara, yang harus dihormati oleh siapa pun sebagaimana lambang lambang negara yang lain seperti lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih,"

Chairul Tanjung

Kamis, 20 Juni 2013

Home; возврат; Volver; 復帰

Another summer day 
Has come and gone away  
In Paris and Rome  
But I wanna go home, 
I'm just too far From where you are  
I wanna come home

by Michael Buble

Pernah ga ngerasa homesick akut? Jujur hari ini dan dalam beberapa hari terahir, gw lagi ngrasa begitu. Pake banget ! Homesick dalam hal ini bukan berarti cuma mau ngomongin pulang kota, mudik, pulang kampung, atau apalah yang biasa jadi sebutan kita untuk itu. Tapi mungkin kepada tujuan hidup. Tujuan dari setelah-proses yang kita pilih buat dijalani sekarang.

Di buku Titik Nol nya Agustinus Wibowo diceritakan kalo dia memilih memutuskan pergi keliling dunia, karena jenuh mengejar cita-cita yang sebenernya menjadi cita-cita orang tuanya. Most people, often run their ownlife just because they have to, not because they want to. Dan si Agustinus ini menemukan titik jenuhnya justru setelah menerima ijasah kelas wahid dari universitas nomer satu di Cina. Tentu pilihan menjalankan hidup dengan prinsip "they want to"nya itu, banyak menemui kendala di tengah mainstreamnya orang orang yang tidak berani memantapkan hati segila itu.

Back to my reality life, gw sendiri tidak bermimpi menjadi seekstrem dan sesufi Agustinus memaknai sebuah perjalanan hidup, hanya menginginkan punya keteguhan hati seperti dia. Bukan buat keliling dunia. Tapi dengan tujuan buat pulang. Tujuan hidup dalam hal apapun.


Pada akhirnya, berfokus pada tujuan akhir akan jauh lebih bijak daripada harus mengeluhkan keinginan sementara yang belum kunjung datang. Menjalankan pilihan hidup yang kita jalani didasari cinta. Bertanggung jawab akan segala hal yang menjadi pilihannya. Mencintai proses, menantikan hasil. Karena pada akhirnya, tujuan dari semua perjalanan ini adalah pulang. Pulang kembali ke tujuan kita masing-masing.

Mengutip khotbah jumat pada suati hari

Jika kita membaca hanya dengan mata, yang kita dapat adalah kata
Jika kita membaca dengan hati, yang kita dapat inspirasi


Masalahnya apa kita semua sudah menentukan kemana tujuan pulang? Dan sudah berusaha untuk mencapai tujuan itu. dengan hati..

#aw

Selasa, 02 April 2013

2013 GP Formula 1 @Sirkuit Sepang Malaysia

Kami memang sudah merencanakan perjalanan ini sejak beberapa bulan lalu. Ini kali ketiga berkunjung ke KL. Hanya saja yang berbeda dari kunjungan sebelumnya, sekarang saya jalan berdua bareng braderhood dan memang mengkhususkan nonton annual even Formula One disini. Sebenarnya kami juga bukan penggemar F1, pengalaman pernah nontonnya yang pengen kami cari. Apalagi sekelas even internasional yang diadakan HANYA di 2 negara di Asia Tenggara. Ditambah dengan operational cost yang lebih manusiawi, jadilah diputuskan buat nonton perhelatan Formula One di Kuala Lumpur, bukan F1 Nite Race di Singapura.


Nonton mobil muter-muter seperti yang kita liat di siaran TV nasional awalnya saya pikir akan sangat membosankan. Ga worth it lah, buat dikejar sampe ke negeri Jiran begini. Namun pertama kami sampe di sirkuit, atmosfirnya bener-bener berbeda dari expectasi awal di kepala. Suara mesinya, euforianya, penontonnya. SERU !!  GOKILL !! :D

Tapi tentu saja bukan hanya urusan serunya yang pengen di share disini. Dari akomodasi, cost, foto sampe trasportasi. Plus komen ga penting mengenai even ini.

HOW TO GET THERE ??

The Fast Train
25RM (One Way)

Akomodasi dan Trasportasi. yang pertama dan yang ga kalah penting dari acara itu sendiri. Seperti biasa saya berangkat dari Sultan Syarif Kasim II International Airport Pekanbaru pake Air Esia. Tiket PP beli promo, sekitar 360rb saja. Nginap di Beltif Hotel di bukit bintang dengan standar roomnya 120RM buat 2 orang. Pilihan tempat nginap lain, sebenarnya banyak yang lebih murah, Semacam hostel seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, bisa kita cek ratenya di situs-situs booking hotel seperti agoda.com dan .com .com lainya. Yang saya sudah pernah coba di serenity hostel. Persis di area cafe-cafe disini. Anyway, broder saya berangkat dari Adi Sutjipto Jogja. And stiiillllll by Air Esia tiket PP promo yang kurang lebih PP seharga 600rb. Memang kalau kita rajin mantau tiket-tiket promo, sebenarnya ke luar negeri khususnya di sekitaran Asia Tenggara masih sangat terjangkau lhoo.

K2
K1 Grandstand
Spectator Guide
Back to main event yang akan dikupas tuntas, one stop ticket bisa kita beli DISINI. Dan tiket berlaku sampai dengan 3 hari nonstop dari mulai kualifikasi, training session sampe hari-H nya. Karena kami pun kesini tanpa basa basi dengan perencaan dan informasi yang setengah matang, saya langsung membeli tiket di K2 sekitar 250an rb per orang, yang juga jadi awal ketololan kami selanjutnya. Yang pertama, penjualan tiket JAUH LEBIH murah saat early bid, atau penjualan jauh-jauh hari yang ga lebih dari 100an rb per orang di lokasi yang sama. Saya masih yakin ga yakin nonton saat itu, jadilah membeli tiket mepet hari. Tiket lebih mahalah konsekuensinya. Kesalahan kedua, dengan membeli tiket grandstand sebenarnya kita bisa sekaligus mendapatkan tiket masuk nonton After Race Concert. Tiket grandstand termurah di K1B Grandstand saat early bid sekitar 400an rb. And you know what??? band utama hari itu Gun N Roses pemirsa ! Gun N Roses !! Dengan tiket 400rb (kalo saya langsung beli waktu itu) bisa nonton F1 dan nonton mereka. Tapi sialnya saya hanya punya tiket K2. Crapp !!

Trus gimana bisa foto K1 grandstand?? Nahh ini sebetulnya kejadian yang tidak disengaja cuman bisa dijadikan contoh (jelek) Jadi,, seperti yang saya ulas tadi, tiket nonton kami ada di K2. Karena pas waktu sholat, Saya mampir ke mushola, yang ternyata ada di K1. Alhasil karena pengawasan tiket di tengah race tidak seketat awal masuk, berhasilah kami berdua nonton di K1 Grandstand. Ibarat nonton konser band-band lokal. Di tengah concert ada tiket jebolan :D  

ShowRoom @Petronas Tower
So, Tips saya dalam nonton Formula One di Sepang Sircuit, yang wajib harus dipersiapkan demi mendapatkan operasional cost serendah-rendahnya dengan keuntungan sebesar-besarnya adalah :
1. Cari Tiket Promo jauh-jauh hari
2. Beli tiket Grandstand saat earlybid, ga peduli siapa artis after race concertnya (soalnya pasti keren. Ga mungkin band sekelas Armad* yang ngisi acara ini kan? )
3. Cari penginepan (sesuai budget dan selera) di sekitar KL-Center beberapa minggu sebelum race. Selain dekat dengan pusat transportasi yang bisa ngantar kalian ke banyak tujuan di Kuala Lumpur, pilihan tempat makan juga banyak tersedia disini. Termasuk transport langsung ke Sepang Sircuit atau Batu Caves.
4. Bawa "amunisi" cukup. Karena mall di sekitar sirkuit menawarkan banyak sekali merchandise original yang super coool, untuk sekedar koleksi atau kenang-kenangan.
5. Sempatkan kunjungi petronas tower di malam sebelum race. Mall yang berlokasi di basement gedung ini mengadakan banyak event meramaikan Formula One. Untuk tahun ini, konser yang diadakan dengan artis utama BackstretBoys !!!!

Well, See You On 2014 Formula One Grand Prix Sepang Sircuit At March 21-23, 2014 guys. Be Prepared ;)

Minggu, 10 Maret 2013

Financial Plan : RD, DPLK, Emas, Saham

OK,, here we go againn

nglanjutin posting sebelumnya ngomongin PV FV, post kedua yang akan saya bahas adalah mengenai pilihan investasi yang bisa kita ambil untuk misalnya mendapatkan 147.000.000 itu tadi. Dan dalam memilih sebuah pilihan investasi, hendaknya kembali lagi harus mempertimbangkan dengan kondisi keuangan kita. Apa tujuan dari investasi, dan berapa keuntungan yang ingin kita peroleh dari sebuah investasi. Kita memang bisa nabung dengan cara konvensional selama 14 tahun dengan 168 bulan disitu. Namun jika dilihat dari value dalam menabung uang kertas yang bisa jadi berkisar antara 875.000 per bulan selama 168 bulan tadi, tentu secara hitung-hitungan tidak akan lagi menguntungkan?. Terlebih lagi, esensi dari sebuah investasi adalah mendapatkan keuntungan dari uang yang sudah kita keluarkan bukan?

Soo berikutnya yang saya akan sajikan adalah beberapa data yang menunjukan kenapa kita harus menginvestasikan atau berinvestasi lebih dini karena dengan semakin dini kita berinvestasi, gain yang bisa kita dapat dari investasi itu sendiri akan lebih maksimal. Saya ambil contoh kali ini dengan berinvestasi emas. the most popular investment yang lagi happening di Indonesia dalam beberapa tahun terahir yang saya bandingkan dengan ongkos naik haji (misalnya)

2007 ONH RP 26,215,316, USD2,971xRp8,822 Senilai Emas 141 Gram
2008 ONH RP 32,026,130, USD$3,484xRp.9,191 Senilai Emas 129 Gram
2009 ONH RP 33,479,248, USD3,454xRp9,691 Senilai Emas 108 Gram
2010 ONH RP 30,434,108, USD3,364xRp9,047 Senilai Emas 88 Gram
2011 ONH RP 30,822,332, USD3,589xRp8,588 Senilai Emas 62 Gram
2012 ONH RP 30,822,332, USD3,638xRp8,588 Senilai Emas 59 Gram

Sebenernya penjelasan sederhana dari pilihan investasi dalam hal ini emas, adalah karena nilai pertumbuhannya jauh lebih tinggi dari inflasi mata uang itu sendiri. tapi apa kelebihan emas dan pilihan investasi lainya? Mari coba kita kupas tuntas blas satu-satu menurut pendapat amatiran saya yang kebetulan sudah pernah saya coba semuanya.

Emas
Yang perlu kita ketahui, nilai pertumbuhan rata-rata investasi ini berkisar antara 15%-20% per tahun. atau lebih tinggi 7-12% dibanding inflasi di Indonesia. Selisih harga emas dan inflasi inilah yang bisa kita sebut gain atau keuntungan nominalnya. History berapa pertumbuhan harga bisa kita liat melalui banyak website yang menjamur membahas emas. Tanya saja dengan Eyang Subur. Ehh eyang google maksud nya. Atau bisa kita cek DISINI :D

Kelemahanya?? Masih menurut pendapat pengamat amatir saya, berinvestasi emas ada beberapa hal yang mesti kita pertimbangkan. Jika kita menginginkan return yang besar dimasa depan, pembelian juga harus dalam nilai yang besar (pembelian aktual).  Kemudian resiko kehilangan menyimpan logam mulia juga harus diperhitungkan. Dan harga jual tidak bisa kita kendalikan, a.k.a wajib mengikuti harga pasar.


Reksadana
Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia. Biasanya, produk reksadana terdiri berupa RD saham (modal diinvestasikan pada saham), RD pasar uang (sukuk dan obligasi), RD Campuran (Saham dan Pasar Uang) dan lain-lain tergantung melalui manajer investasi mana yang kta pilih untuk menyertakan modal. Return investasi dari Reksadana berkisar dari 5%-20%, tergantung produk dan jenis reksadana yang akan kita sertakan. Pembahasan detail reksadana apa dan bagaimana bisa di akses DISINI. Untuk yang satu ini, pilihan dan penjelasan reksadana, saya rasa akan lebih pas jika kita membaca dan mengintepretasinya masing-masing.

Kelemahanya?? yang jelas hitung-hitung pertumbuhan rata-rata per tahun (RD Saham) kebanyakan masih dibawah rata-rata emas. Walaupun ada juga beberapa RD yang bernilai lebih tinggi daripada emas. Untuk Flexibilitas, keamanan, menurut saya jauh lebih aman dari berinvestasi emas. Karena setiap transaksi yang dilakukan dan penyimpanan aset dilakukan secara on-line atau digital.

DPLK
DPLK atau dalam bahasa sederhana adalah pengelolaan dana pensiun, technicaly sama dengan nabung. Hanya saja uang yang kita "tabung" kan ini, akan dikelola lagi oleh badan pengelola ke instrumen investasi lainya. Apakah saham, Obligasi dan lain lain. Kelebihanya, kita bisa memilih dengan nominal bebas. tergantung pilihan si pengelola.

Kelemahanya?? Tidak Liquid a.k.a tidak bisa diperjual belikan. Dalam nominal tertentu, misalkan DPLK BN*, mereka membatasi hasil dana kelolaan jika diatas 500jt, sisannya akan dibayarkan berupa anuitas atau dalam bahasa keren kita akan dapat dana pensiun s.d ahli waris ke sekian meninggal dunia. Dan yang saya sendiri masih belum iklas adalah,,, dengan mengikuti DPLK, di akhir periode masih harus dipotong PAJAK !! dan karena warga yang bijak taat pajak, ya suka ga suka harus terima. dengan bijak tentu saja :D


Tanah/Property
Kalo pililhan investasi ini, pun kalo saya akan jelaskan kebanyakan orang sudah mengerti karena sudah umum diketahui. Daerah kampus di DIY, yang terkenal dengan pertumbuhan tanah paling tinggi, kisaran pertumbuhanya "hanya" di kisaran 10%-15%. Namun kelebihanya, harga jual dari tanah atau property, sekalipun tergantung harga pasar, beberapa hal juga bisa membuat nilai tanah ini jauuuuhh dari harga pasar karena banyak faktor X. Selera, negosiasi, dan kondisi tanah itu sendiri.

Kelemahanya?? yesss. bener banget. biasanya menginvestasikan dalam aset berupa tanah ataupun property membutuhkan modal yang tidak sedikit. Dan tidak liquid.


Daripada makin puyeng, berikut saya rangkum dan bandingkan peer to peer beberapa pilihan investasi yang bisa kita pilih dengan nilai returnya masing-masing. Saya mengasumsikan expected returnnya sekitar 400.000.000 dengan periode investasi 15 tahun, dengan pilihan investasi aktual (sekali) maupun berkala. By the way, saya masih menggunakan perhitungan dibawah ini dengan metode yang sama di post saya sebelumnya. Dan sekali lagi penghitungan ini sifatnya asumsi. karena return tiap pilihan instrument investasi tentu saja bisa berubah sewaktu-waktu. Hanya sebagai gambaran Bisa juga kita hitung melalui kalkulator onlinenya DISINI

Apapun pilihan kita, jangan pernah berharap akan menjadi KAYA dengan berinvestasi macam ini. Pilihan investasi baik emas, reksadana, tanah atau apapun pilihan kita, hanya bersifat mengamankan nilai uangnya saja, dibandingkan kita harus menyimpan aset dalam bentuk mata uang kertas. tentu kenyamanan bagi setiap orang tidak sama. Tingkat tiap orang menerima resiko investasi pun begitu. Kalo anda ingin KAYA, yaa WIRAUSAHA

Punya pendapat yang berbeda? sah-sah saja ;)

Jumat, 01 Maret 2013

Financial Plan : Present & Future Value

berbicara financial plan, beberapa minggu terahir saya membaca banyak referensi untuk bekal mempersiapkan masa depan keluarga saya. Padahal berkeluarga saja belum. Tapi gapapa kan, tidak ada salahnya mempersiapkan diri? hehee :D

Kenapa baru di tahun ini? Karena untuk saya, sekaranglah (2013) waktunya. Saat semua kepengenan, niat dan keinginan pribadi udah ditunaikan semua. Nyenengin orang tua? Saya rasa tinggal menikah saja yang akan bikin mereka bahagia. Memang dalam 2 tahun terakhir, hasil dari mengabdi menjadi insan di perusahaan listrik ini, sudah dicita-citakan untuk happy-happy. Jalan sana sini, ngumpulin gadget, dan mencukupi kepengenan yang lain. Dan saya merasa sudah cukup. Cukup sudah kalo judul lagu nya Glenn Fredly.

Terus hasil saya baca itu apa dong?? naah ini tujuan nulis ini. Mostly, (mungkin ini asumsi saya saja, dan mohon maap jika kurang tepat) untuk hal-hal ini kurang begitu diperhatiin sama kita.  Udah terlanjur nyaman, terus serabutan. Karena jujur emang sayapun juga memulainya seperti itu. invest sana sini, asal-asal tanpa mempertimbangkan bagaimana kedepan. Reksadana, DPLK, Bisnis sudah saya coba. Dan karena ke asal-asalan itu, pembelajaran ini yang pengen saya share. 
Pertama yang akan di bahas adalah :

PV dan FV
Mampus kan, udah kaya jaman SMA belajar Fisika. Tapi sebelum ngomongin financial plan, kita memang mesti tau dulu tujuan kita berinvestasi itu apa. Dan PV FV adalah starting point dari semuanya. soo saya lanjutkan bahasan mengenai PV dan FV ini.

PV atau Present Value adalah nominal sekarang, yang kita bisa asumsikan dengan variabel apapun yang penasaran pengen kita itung. Makan, sekolah, bahkan permen atau ongkos angkutan umum juga bisa. Sedangkan
FV atau future value adalah besarnya biaya di masa depan. Variabel yang kita asumsikan di Present Value tadi. Di bawah ini yang saya coba contohkan adalah biaya kuliah

FV= PV. (1+r)n  
FV atau future value adalah besarnya biaya di masa depan
PV adalah nominal biaya sekolah saat ini
r adalah besarnya bunga atau inflasi
n adalah jangka waktu yang Anda butuhkan.

Atauuu daripada makin puyeng dengan dengan rumus ribet diatas, langsung aja buka excel. Cari dan masukin di fungsi FV. Tapi kalo masih pake mesin ketik di kantor ya susaah. hehe

FV(rate,nper,pmt,[pv],[type])
Dimana :
rate : tingkat suku bunga pada periode tertentu (per-bulan/per-tahun)
nper : jumlah angsuran/pembayaran (termin)
pmt : besar angsuran yang dibayarkan
pv : Present Value (nilai minus apabila yang dihitung adalah FV nya)
type : bernilai 1 jika pembayaran di awal, 0 jika pembayaran di akhir periode

Singkat cerita, kalo kita pengen hitung biaya naik angkot 20 tahun lagi dari sekarang, kita bisa gunakan rumusan ini. Langsung saya simulasikan saja biar ga mubeng. Contohnya juga kurang tepat kalau ongkos angutan umum. Bisa jadi 20 tahun lagi, presiden kita tercinta sudah mensubsidi transportasi jadi gratis. Sooo kita ambil biaya kuliah saja, serius dikit ;)

Misalkan biaya kuliah anak kita yang sekarang umurnya 5 tahun masuk perguruan tinggi saat ini diasumsikan Rp 50,000,000,-  berapa si biaya 14 tahun kemudian saat anak masuk perguruan tinggi ?
Andaikata pemerintah mampu mempertahankan tingkat inflasi pada angka 8% maka:
rate = 8%
nper = 14
pmt = 0, karena tidak ada yang dibayarkan setiap tahunnya
pv = -50,000,000 ; cashflow berkurang karena asumsi membayar
type = 0; dibayarkan di akhir periode (14 tahun lagi)
Nilai FV yang didapat adalah 147,000,000.

Banyak kan?? Cuman bahasannya belum selesai sampai disiniii. Kalo kita udah tau berapa kebutuhanya, tinggal bagaimana bisa memenuhi total kebutuhan itu yang jadi masalahnya. Dan dari sini kita akan menentukan instrumen investasinya. Sekedar nabung jadi anggota taplus, ikut DPLK, beli reksadana, nimbun emas, money game, nipu, sampe jual diri juga mah bebasss. Tapi tentu bukan 3 pilihan terahir yang akan dibahas. hehe :D

Tapi sebelum mata dan kepala semakin mubeng baca tulisan ini. untuk membahas PV FV, saya sudahi sekian dulu. lanjutan post untuk macem-macem pilihan investasi, bisa baca di post berikutnya. woleesss 

Salam Cetharr
~aw

Kamis, 14 Februari 2013

Cinta [Tak Harus] Mati

Biasanya kalo udah ngomongin cinta, semua hal didalamnya emang pasti bikin buta. Mau orang lain bilang itu tai kucing, pasti akan selalu berasa coklat. Dan kalo memang kita mengartikan cinta adalah rasa menggebu-gebu, keringat dingin, deg-degan, susah tidur, romantic dinner dengan lilin, berpandang2an semalaman, dan buket bunga mawar, maka cinta harus mati. Dan akan mati.

Tahap “infatuation”, “passionate love”, atau saat-saat awal manusia jatuh cinta dan tergila-gila, secara neuroscience tidak ada bedanya dengan kondisi “high on drugs”. Otak kita dibanjiri hormon-hormon yang memberi rasa senang melayang. Tidak ada bedanya mungkin dengan efek narkoba. Masalahnya yang namanya “high” itu tidak bisa dipertahankan terus2an secara perspektif medis. Otak harus kembali ke equilibriumnya. Di buku “Happiness Hypothesis” oleh Jonathan Haidt disebutkan, saat passionate love padam, di sinilah tragedi cinta sering terjadi. Karena kita kemudian mengira “high” itulah keadaan cinta sejati. Dan hilangnya “high” itu membuat kita mengira cinta sudah mati. Untuk selamanya. Dan kemudian kita mencari cinta baru yang bisa memberikan “high” itu.

Cinta memang harus mati. Karena dia harus memberi tempat untuk lahirnya sang pengganti, yaitu cinta lain yang tidak memabukkan, tetapi memberi rasa tentram, aman, dan “companionship” (gak ada kata yang tepat untuk menterjemahkan “companionship”, karena ‘pertemanan’ dan ‘persahabatan’ juga kurang pas. Kalo gw boleh bikin kata sendiri, yang pas itu ‘perpendampingan’, dari kata ‘pendamping’)
Dan dalam cinta fase kedua inilah, menurut Jonathan Haidt, sebuah hubungan menjadi lebih tahan lama, dan membahagiakan. Dalam perpendampingan sudah tidak ada mabuk atau “high” yang ‘seru’ seperti di film-film romantis, dan ia menjadi ekuilibrium itu sendiri.
  
‘Cinta’ memang harus mati. Masalahnya, apakah kita sabar menantikan reinkarnasinya.

disadur dari buku Cinta [Tidak Harus] Mati, Henry Manampiring


Who, or What are you falling in love with?

After so many years observing people (and myself!) in the complicated game of love, I can say this: often times, you don’t fall in love with a person. You fall in love with something else.

Most often, people fall in love with their own imagination of the perfect man/woman. You meet somebody, you barely know him/her, and then you start imposing your own ideals of a soulmate onto the person. Problem begins when the illusion starts to shatter, and you start to see ‘the real him/her’. And tragically, you accuse the person of ‘having changed’ – although it was your own eyes which finally opened.
Often times, people fall in love not with a person, but a “way out”. You are feeling lonely, you just don’t want to be alone and miserable, and you see this person as a ‘solution’. Then, you are falling in love with the solution to your problem, not with a person.

Some people fall in love with “agenda”. You have made plans for your life: when to find a partner, when to get married, when to have children, etc. And then you see this person as the fulfilment of your life’s “Outlook calendar”. Again, you are falling in love with your life schedule, not with a person.
Some others fall in love with “therapy”. You were broken inside, you have mental scars, you have childhood trauma. And then you find this person whom you think can cure you. Then, you are falling in love with the therapy for your own soul illness, not with a person.

And few lucky ones, find that one person, see his/her true soul, and fall in love. Few lucky ones, fall in love, with a person.

disadur dari buku Cinta [Tidak Harus] Mati, Henry Manampiring

Betapa Sayangnya "Sayang"

“Cowok itu ganteng sih, baik pula, sayang penampilannya nggak banget”
“Dia pintar dan cantik, sayang ngerokok”
“Sebenernya  dia udah suka sama gw, siap nikah pula, sayang dia kalo ngomong agak gagap”
Pasti udah sering deh denger kalimat di atas, dalam berbagai variasinya, iya kan? Formulanya biasanya:
(Sederet sifat baik yang menjadikan seseorang potensial jadi pacar/suami/istri) + sayang + (satu dua sifat jelek yang membuyarkan segalanya)

Posting ini terinspirasi twitter @louisajhe tadi pagi: “Just found out that handsome-elevator-dude is an active smoker :’(“ Jadi rupanya ada cowok kecengan yang selama ini di-ilerin di lift, jadi buyar karena ketauan merokok (Hi Jessica, kalo elu baca ini, maaf gw quote tanpa ijin :p)
Kayaknya inilah kodrat manusia, yang selalu mencari pasangan sempurna, sayang pencarian ini sering rontok karena ada ‘sayang’ dalam menilai seseorang :D

Tentunya gw bukannya tidak setuju bahwa seseorang harus punya kriteria dalam memilih pasangan, apalagi kalau sudah menjelang serius. Kita semua berhak mendapatkan seseorang berkualitas, dan yang cocok dengan kita. Mungkin masalahnya adalah ketika daftar kriteria kita tidak membedakan mana yang sifatnya “wajib” (must have), dan mana yang bisa dikompromikan (nice to have).
Soalnya kalau nguber Mr.  dan Ms. Perfect yang memenuhi semua kriteria yang diinginkan, agak susah ya probabilitanya, apalagi kalo kriterianya semakin spesifik (“Gw hanya mau cowok yang bisa bikin 1000 candi dalam semalem”, misalnya) Ya bisa aja sih ketemu in real life, tapi seberapa besar peluangnya?

Gw pernah baca di buku “The Paradox of Choice” oleh Barry Schwartz, bahwa ada dua jenis manusia. Yang satu disebut “Maximizers”, yang satu lagi “Satisficers”. Maximizers beranggapan bahwa dalam mendapatkan segala sesuatu (dari setrikaan, rumah, sampai pacar) mereka harus mendapatkan yang TERBAIK (maksimum), dan ini berarti melakukan proses pencarian yang lebih niat dan ketat, untuk mendapatkan hasil akhir terbaik. Satisficers, di sisi lain, juga melakukan usaha mencari dan punya kriteria, tetapi tidak merasa perlu ngotot. Ketika mereka mendapatkan apa yang dirasakan “cukup baik”, ya sudah, berhenti mencari dan happy dengan yang didapat.

Berdasarkan studi yang dikutip di buku itu, Maximizers mungkin akhirnya MEMANG mendapatkan barang/orang yang TERBAIK. Tetapi proses pencarian yang begitu melelahkan akhirnya membuat kenikmatan akhir menjadi berkurang, dan akhirnya tidak terlalu happy. Satisficers yang tidak terlalu ngoyo mendapatkan yang “less”, tetapi kebahagiaan akhirnya malah lebih tinggi. Kurang lebih formulanya adalah:
Kebahagiaan akhir dari mendapatkan sesuatu = Nilai dari obyek yang diperoleh – Jerih Payah untuk mendapatkannya

Bayangkan skenario mencari LCD TV. Si Maximizer meneliti dan mencoba 100 model TV untuk mendapatkan yang terbaik, dan akhirnya sesudah itu memang mendapatkan TV sempurna bernilai “10”. Satisficer mungkin hanya mencoba 15 TV, dan cukup hepi mendapatkan TV bernilai “7/8”. Pada akhirnya, si Satisficer malah mungkin lebih hepi dan puas dengan TV-nya, karena tidak selelah si Maximizer.
Kembali ke pencarian pacar. Mencari Mr./Ms. Perfect juga tentunya lebih melelahkan dan panjang (walaupun mungkin ada beberapa yang hokkie langsung dapet :D ), tetapi sayang juga kalau pengejaran Mr./Ms. Perfect ini malah mengorbankan Mr./Ms. Very Good yang sudah ada di depan mata…. :D

dicopy paste dari buku Cinta [Tidak Harus] Mati, Henry Manampiring

menghormati 14/02 yang bagi sebagian orang adalah hari kasih sayang, buat saya hari ini adalah hari mendedikasikan diri posting tulisan-tulisan cinta. Melow banget kan? :D

beberpa post kedepan khusus hari ini, yang sudah saya baca dari beberapa artikel, sekaligus bisa menambah perbendaharaan kamus kisah cinta kita semua :)

Selasa, 12 Februari 2013

By My Side


I'm just listenin' to the clock go tickin'
I am waiting as the time goes by.
I think of you with every breath I take,
I need to feel your heart be next to mine.
You're all I see, in everything.

I just wanna hold you,
I just wanna kiss you,
I just wanna love you all my life.
I normally wouldn't say this,
but I just can't contain it.
I want you here forever,
right here by my side.

All the fears you feel inside,
and all the tears you cry,
they're ending right here.
I'll heal your heart and soul;
I'll keep you oh so close.
Don't worry; I'll never let you go.
You're all I need, you're everything.

I just wanna hold you,
I just wanna kiss you,
I just wanna love you all my life.
I normally wouldn't say this,
but I just can't contain it.
I want you here forever,
right here by my side.

No one else would ever do.
I got a stubborn heart for you.
Call me crazy, but it's true; I love you.
I didn't think that it would be,
you have made it clear to me.
You're all I need.

I just wanna hold you,
I just wanna kiss you,
I just wanna love you all my life.
I normally wouldn't say this,
but I just can't contain it.
I want you here forever,
right here by my side.
By My Side - David Choi

Selasa, 15 Januari 2013

mobil listrik, mobil nasional??

Indonesia

Beberapa bulan terahir, kabar di Indonesia ramai dengan diperkenalkannya mobil listrik buatan anak negeri. Mobil yang pertama kali diperlihatkan melalui sosok fenomenal di banyak pemberitaan nasional Dahlan Iskan, sejak awal memang sudah bikin heboh. Banyak yang mencibir, mendukung, bahkan ada juga yang pesemis dengan cita-cita beliau.

Mobil listrik seingat saya, hanya dimulai dari tulisan pendek Pak Dahlan. Populer dengan judul "Manufacturing Hope", semacam CEO Notes PLN saat beliau menjadi Menteri. saya pribadi tidak menyangka, tulisan pendek berisi ajakan itun akhirnya di follow up  5 orang putra putir-beliau menyebutnya. Siapa saja orang-orang itu, dan seperti apa mobil listrik mereka, tidak saya bahas disini. Media cetak dan online sepertinya sudah ratusan kali memberitakanya.

Dan setelah kecelakaan Tuxuci yang diikuti kemunculan banyak statement negatif mengenai Dahlan Iskan dan mobil listrik, Saya tertarik ikutan ngepost, ngomongin mobil-mobil(an) ini.

Mobil listrik di Indonesia? Apa perlu kita bangga?

Sebelum sampai menjawab pertanyaan ini, saya pengen share sedikit tentang apa yang saya tau dengan beberapa spesifikasi mobil yang ada dipasar sekarang ini. Terus apa beda mobil berbahan bakar minyak, mobil hybrid sama mobil listrik, kita coba kupas 1-1.

Mobil berBBM #sudah jelas.

Mobil Hybrid #singkat cerita, mobil ini tetap punya 1 penggerak namun menggunakan kombinasi dari motor listrik dan pembakaran BBM. Dengan memaksimalkan kekuatan dari kedua sumber daya tersebut disamping saling mengisi kekuranganya, hasilnya adalah efisiensi konsumsi bahan bakar dengan performa yang luar biasa.



Fitur utama dari Kendaraan hybrid antara lain
1. Efisiensi bahan bakar yang lebih besar
2. Rendah Emisi
3. Pengurangan energi yang terbuang dan regenerasi energi


Mobil Listrik, #mobil berpenggerak tenaga listrik. baterai menjadi sumber daya utama mobil ini. Pemakaian gearbox dan tanpa gearbox, masih menjadi pilihan masing-masing ahli. Dan lebih lanjut untuk pembahasan yang satu ini, selain menjadi tagline dalam judul pembahasan post, akan saya bahas panjang lebar kali tinggi. Dan beberapa produsen besar dunia, seperti Nissan, Daimler, atau Toyota sudah lebih dulu memperkenalkan mobil listrik keluaran mereka belum lama ini. Mobil litrik memang belum populer di kalangan produsen mobil atau masyarakat luas, namun tren yang berkembang dengan konsep efisiensi bahan bakar dan go green yang ditanamkan ke mobil-mobil masa depan, saya rasa penggunaan mobil listrik akan semakin populer.

National geographic di salah satu acaranya, MegaFactory-SuperCar, pernah membahas tentang mobil listrik komersil pertama di Amerika. Ya, bahkan di negeri adidaya ini baru memulai memproduksi mobil listrik secara masal pada tahun 2012. Perusahaan ini bernama Tesla yang berdiri sejak 2009 berlokasi di sentra insdustri di Florida. Sejak awal berdiri, Tesla melalui web resmi nya, sudah concern hanya akan memproduksi mobil bertenaga listrik. Dan bagaimana perusahaan ini memasarkan produk pertamanya, bikin saya kagum. Sebelum berbusa-busa begini ni penampakan Tesla Model-S yang 1001% bertenaga listrik.

Model-S - www.digitaltrends.com
Tesla - Roadster - www.greencarreport.com
Tesla pertama kali memperkenalkan mobil listrik non-komersialnya, atau biasa orang sebut mobil concept di Geneva Motor Show di tahun 2010. Model Tesla Roadster. Tidak dijual komersil dan hanya diperkenalkan sebagai mobil debutan pertama untuk memperkenalkan pabrikan ini. Kemudian setelah 2 tahun, keluarlah untuk pertama kali di Tahun 2012 versi komersil yang dijual di Amerika yang dibanderol dengan harga sekitar 1,5 M. Harganya tidak terlalu tinggi untuk model premium semacam ini dikarenakan negara-negara maju memberikan insentif pajak khusus. Di Asia, 2 negara yang memberikan insentif khusus untuk mobil ramah lingkungan adalah Malaysia dan Hongkong.

Pemasaran yang dilakukan Tesla dalam memperkenalkan masterpiecenya, memang dimulai dan diawali dari roadshow pameran ke pameran. Baik pameran otomotif internasional dan lokal yang diadakan disana. Mereka memperkenalkan sekaligus memperlihatkan kepada dunia, bahwa mereka 'bisa'. Walaupun saat itu baru sebatas concept car, dengan kemudian memelihara word of mouth-nya agar semakin dikenal oleh khalayak umum, sampai pada akhirnya mengeluarkan mobil komersial pertama mereka dengan Model-S nya.

Model-S, seperti layaknya produsen kaos yang dijual di Kaskus (sepertinya saya terlalu mendewakan FJB Kaskus, sampai produsen kaos aja saja disamakan dengan Tesla :D ) Tesla menjual dengan memberlakukan Pre-Order. Kepercayaan yang ditumbuhkan terlebih dahulu, memperbanyak event testdrive di kota-kota besar, membuat perusahaan ini mendapatkan pre-order hingga 200 unit dan harus memenuhi dateline pada Januari 2013 ini.
Tuxuci - www.batampos.co.id
Kemudian bagaimana dengan Indonesia? melalui Dahlan Iskan, kurang lebih hampir sama promosi mobil listrik Indonesia dengan pemasaran Model-S. Beliau memperkenalkan dulu ke masyarakat. Memberikan kepercayaan kepada masyarakat dengan melakukan testdrive sekaligus sebagai tester mobil listrik buatan anak negeri. Kalaulah lolos dari benchmark yang beliau lakukan, maka pantas mobil ini kemudian diproduksi massal.

Apakah kita perlu bangga?? untuk pertanyaan ini mungkin kita semua lebih tau harus bagaimana bersikap dengan sedikit cerita yang saya share sebelumnya. Kalupun masih ragu, saya rasa akan lebih berfaedah dengan cukup tidak memberikan reaksi negatif (baca : ngumpat, nyela, sinis). Karena pimikiran negatif, akan menimbulkan reaksi yang negatif, dan reaksi yang negatif, tidak akan menghasilkan apapun selain penyakit hati. Mengutip quote pak DI, bahwa pesimis pribadi memang menjadi hak asasi manusia. Namun pesimis massal akan berakibat menghancurkan. #AW



Rabu, 02 Januari 2013

Care, Consistent, Commitment

Kosong

Post pertama, di hari pertama masuk kantor di tahun 2013.

3C sebagai judul tulisan ini, saya rasa sangat cocok untuk jadi awal memulai hari. Memulai aktifitas, memulai hubungan dan bahkan memulai sebuah resolusi di tahun ini. Menurut shio, 2013 adalah tahun ular yang dipercaya memberikan rejeki baik, sekalipun tidak seperti tahun naga di tahun sebelumnya. Tahun yang beberapa ahli feng sui lebih suka menyebut sebagai tahun 2012-B, karena angka 13 dianggap kurang memiliki peruntungan yang baik.

Care, Consistent, Commitment
Apapun yang menjadi rencana dan cita-cita dalam ngejalani apapun, 3C bisa menjadi step awal untuk memulai semuanya. Seberapa care dengan resolusi kita, seberapa care dengan pekerjaan kita, tidak akan berpengaruh banyak kalo kita belum bisa konsisten dan komitmen dengan hal itu. Paling tidak pelajaran ini yang saya dapat di sepanjang tahun 2012. Dalam pekerjaan, hubungan dan cita-cita yang sudah direncanakan sepanjang tahun.

Resolusi saya?
buat satu hal itu, biar jadi cerita dan keyakinan saya sendiri ;)

Lupakan semua hal yang membuat hidup kita setahun lalu tidak nyaman
hiduplah dengan semua keberanian yang kita punya
Apapun itu, hadapi dan rasakan
Sambutlah semua kehidupan yang akan datang

happy 2013 everyone, especially for u dear..

#AW