Kamis, 07 Juni 2012

Selamat datang di dunia Bung, ini bukan surga

Sepertinya sudah terlalu banyak keluhan. Mengeluh dan terlalu mengkuatirkan masa depan. Dari banyaknya pilhan persepsi, kenapa haru memilih bernegatif thingking dalam menanggapi masalah dalam hidup ini ? Bukanya masa depan memang ga perlu dikuatirkan ?

Kata orang, ramalan masa depan yang tak terbantahkan itu " Tak Pasti ! ". Dan gw yakin, semua orang setuju dengan hal ini. Lalu apalagi yang dikuatirkan ?  Kita hanya perlu merencanakan. Merencanakan sebaik-baiknya masa depan yang sudah 'tak pasti' ini..

Terkadang kita hanya kesal dengan terlalu memikirkan kesulitan. Padahal kalau dijalani, mungkin tidak akan sesulit ini. Dunia memang gudang dari segala kesulitan. Bagi si kaya, hartanya bisa menjadi kesulitan. Bagi si miskin, keterbatasannya pun menjadi kesulitan. Dan semua hal akan menjadi sulit, jika kita tidak berusaha berdamai dengan kesulitan itu sendiri. Kita pasti pernah kan denger "rest in peace". yahhh that is my point. Kehidupan yang tenang dan damai cuma bisa kita temui setelah kematian.

Good?? Bad?? Who Knows??
Siapa si yang tau hikmah dengan yang kita alami dalam hidup ini?? Siapa yang tau dengan kejadian hari ini dalam merubah kehidupan kita di esok hari ??

Namun tentu berduka dalam menghadapai kesulitan hidup, bukan berarti tidak manusiawi. Sangat manusiawi bahkan.

Selamat datang di dunia Bung, ini bukan surga !!! Ajahn Brahm #AW

Minggu, 27 Mei 2012

Yang Terindah

Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung. "Untuk apa ?" tanya sang ayah. "Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil. "Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa."
Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, "Sudahlah nanti saja."
Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang."
"Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."
Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.
"Hadiah apa nih?", tanya sang ayah.
"Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang", jawab anaknya dengan penuh semangat.
Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong. Tidak berisi apa pun juga.
"Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado apa. Kan mahal ?" Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa." Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya.
"Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya !" []

Perspektif :

Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi ?

Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.

Kosong dan penuh - dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" anda sendiri. Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong.

Jumat, 11 Mei 2012

never complain, never explain, just do it

maybe today is a special day for someone out there

maybe today is a bad day for u

and maybe today is a day that u have a lot of joy that u cannt forget in ur entire life

but for me, today is for tommorow

dan gw bingung mau ngebusa apalagi buat nglanjutin tulisan ini. hahahaha :D

pokoknya never complain, never explain, just DO IT !!!, buat apapun yang lagi lu semua rasain hari ini

Die for something, Never Life For Nothing#AW

Jumat, 04 Mei 2012

Chat With GOD

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-
bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih
baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang
sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah
menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi
produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu,
produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium
yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang
membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu
merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi
kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran
adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah
sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu
menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat
dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa
menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik
bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru
pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa
kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan
kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar
dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu
kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana
kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati
memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang
dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan
perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau
sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain
bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada
masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau
syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika
mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi
apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan
itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini
dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak
dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya
adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup
adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out

Senin, 23 April 2012

Siklus Burung Elang

Elang adalah jenis unggas di dunia ini yang paling panjang umurnya. Elang bisa mencapai 70 tahun untuk satu masa siklus hidupnya.

Jika elang tersebut ingin hidup panjang umur, sewaktu dia mencapai umur 40 tahun, dia harus membuat suatu keputusan penting yang sulit. Ketika seekor elang hidup hingga mencapai umur 40 tahun, cakarnya sudah mulai menua, sudah tidak bisa lagi menangkap mangsanya dengan efektif. Paruhnya berubah menjadi panjang dan melengkung, yang hampir-hampir menyentuh di atas dadanya. Kedua sayapnya juga berubah menjadi sangat berat, karena bulunya tumbuh semakin panjang tebal dan lebat, yang membuat dia menjadi berat mengepakkan sayap untuk terbang.

Saat ini dia hanya punya dua pilihan: menunggu ajal tiba, atau menjalani proses menjadi muda kembali yang sangat menderita. “Pertapaan” panjang selama 150 hari. Elang itu harus berusaha mendaki ke puncak gunung, di atas tebing yang curam dia membangun sarangnya, dan berdiam di sana tidak boleh terbang.

Pertama elang itu harus mematukkan paruhnya ke atas batu karang, hingga paruh itu sama sekali terlepas dari mulutnya. Dia kemudian berdiam diri menunggu pertumbuhan paruh yang baru. Setelah paruh barunya tumbuh, dia akan menggunakan paruh itu untuk mencabut kuku-kukunya satu persatu. Setelah kuku-kuku barunya tumbuh, dia lalu mencabut bulunya satu demi satu. Lima bulan kemudian, setelah bulu barunya tumbuh sempurna. Elang itu mulai terbang kembali. Kehidupan baru ini akan membuat elang itu melanjukan kehidupannya selama 30 tahun lagi !

Di dalam kehidupan kita manusia, kadang kala kita diharuskan membuat suatu keputusan yang sangat sulit, sebagai proses untuk memulai kehidupan yang baru. Kita harus mencampakkan segala kebiasaan, dan tradisi lama, agar kita bisa terbang kembali. Asalkan kita mau melepaskan beban buntalan yang lama, bersedia mempelajari kemampuan teknik yang baru, kita akan bisa mengembangkan potensi kita yang masih belum kita ketahui, menciptakan masa depan yang baru!

Meskipun memutuskan suatu pilihan adalah suatu proses yang sangat menderita, tetapi jika kita melewatkan kesempatan yang sangat bagus di saat kita sedang menanti dan melihat, maka penyesalan yang akan diderita akan jauh lebih besar dari pada penderitaan saat Anda mengambil keputusan itu. Dari pada melewatkan hari-hari dalam lembah penyesalan dan penderitaan, lebih baik kita belajar seperti elang, yang mengalami proses kehidupan baru setelah melewati suatu penderitaan selama proses disintegrasi. Yang kita butuhkan dalam banyak kesempatan adalah, tekad dan keberanian merubah diri kita sendiri dan keteguhan hati untuk hidup kembali, seperti apa yang telah ditunjukkan oleh seekor burung elang. Selama kita berada pada jalur yang benar, maka semua penderitaan yang harus kita hadapi dan lewati itu hanyalah sebuah batu ujian untuk  bisa mencapai kondisi yang lebih baik, yang lebih mulia, dan merupakan suatu kondisi yang kita cari dan kita harapkan

http://www.epochtimes.co.id/kehidupan.php?id=135