Dalam sebuah wawancara, Agustinus Wibowo penulis buku titik nol yang memutuskan melakukan perjalanan menelusuri jalur sutra selama 3 tahun dengan hanya budget 2000 USD, ditanya berapa budget yang dlakukan untuk traveling.
Jawabanya menarik. Sangat menarik. Kurang lebih seperti ini
"Melakukan perjalanan bukanlah perkara seberapa banyak uang yang dipersiapkan. tapi justru seberapa sanggup kita bisa melepaskan. Karena saya melakukan perjalanan ini bukan karena banyak uang"
yaa, terkadang manusia dalam hidup justru terjebak dalam sebuah konsep kekayaan dengan mencari dan mempersiapkan semakin banyak dunia dan materi Melupakan pada hakikat kekayaan yaitu CUKUP.
Minggu, 23 Maret 2014
Merencanakan Perjalanan
Minggu, 16 Maret 2014
Thanks for Mr.President !
Ternyata sudah lama tidak lagi posting di blog ini. Awalnya nulis lagi, semangaatnya seperti pejuang 45 menang perang. Itu juga karena dicolek multiply gara-gara situs mereka akan menutup layanan blogging karena bangkrut. Hanya saja setelah beberapa posting, saya kok ngerasa menjadi kurang termotivasi. Apa karena kerjaan? kurang inspirasi? Atau mungkin hanya pembenaran saja? aahh tapi bisa jadi emang saya yang terlalu banyak alasan:D
Dan hari ini, untuk memulai kegiatan tulis-menulis ini, saya memutuskan posting !!
Dan judul post diatas bukan karena saya pendukung berat SBY. Tapi tidak lain karena sebagai Rakyat Indonesia bagian Sumatera di Provinsi Riau, meerasa kedatangan bos RI 1 minggu lalu bener-bener memberikan perubahan yang sangat signifikan.
Yups, yang saya bicarakan adalah bencana asap yang memenuhi headline berita-berita nasional sebulan terahir. Konon katanya, ini disebabkan kebiasaan masyarakat Riau yang membakar lahan guna mendapatkan cost se-minimal mungkin dalam pembukaan kebun sawit. Sawit memang menjadi komoditas utama di provinsi ini. Dari sawit, Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Sekaligus sebagai pengekspor asap ke negeri tetangga sebagai bonusnya.
Apapun itu, yang dilakukan Presiden dan biasanya selalu di asosiasikan dengan pencitraan menjelang pemilu, saya tetap apresiatif dengan perintahnya untuk menugaskan 2500 anggota TNI membantu proses pemadaman kebakaran ini.
Thank You Mr President. You Are Such a Hero !!
Dan hari ini, untuk memulai kegiatan tulis-menulis ini, saya memutuskan posting !!
Dan judul post diatas bukan karena saya pendukung berat SBY. Tapi tidak lain karena sebagai Rakyat Indonesia bagian Sumatera di Provinsi Riau, meerasa kedatangan bos RI 1 minggu lalu bener-bener memberikan perubahan yang sangat signifikan.
![]() | |
| before - after |
Apapun itu, yang dilakukan Presiden dan biasanya selalu di asosiasikan dengan pencitraan menjelang pemilu, saya tetap apresiatif dengan perintahnya untuk menugaskan 2500 anggota TNI membantu proses pemadaman kebakaran ini.
Thank You Mr President. You Are Such a Hero !!
Sabtu, 26 Oktober 2013
Saat kita terlalu tinggi melihat ke atas
![]() |
| Herous among us |
Saat kita terlalu tinggi melihat ke atas,
terkadang yang di miliki sudah terasa tidak berarti lagi
sibuk mencari pembenaran, karena alasan kecewa dan sakit hati
menjadi tuli, malas untuk sekedar mencoba memperbaiki diri
Foto ini diambil di daerah sentra bawang merah di desa Larangan Brebes. Pagi pukul 05 sebelum para petani ini melakukan aktifitas bertaninya, sudah menjadi kebiasaan untuk terlebih dahulu mengantarkan anak-anaknya bersekolah. Pendidikan mereka tidak tinggi. Bahkan kelompok KKN kami ditugaskan ke desa ini 4 tahun lalu untuk mengajarkan mereka membaca. Mengenalkan aksara, dan mengentaskan buta aksara. Tapi tekad ibu-ibu disini sungguh luar biasa. Mereka ingin anaknya menjadi sarjana. sekolah setinggi-tingginya.
Kesederhanaan memang mengajarkan kekayaan. Bukan harta, melainkan hati.
Semoga cerita ini mengajarkan syukur bagi kita semua
![]() |
| - the jakarta post - |
Jumat, 13 September 2013
Hidup ini warna warni
![]() |
| colourfull |
Hidup ini warna warni.
"Sebagai orang Indonesia yang menghargai sopan santun dan tatakrama, tindakan yang tidak pada tempatnya, tidak dan tidak akan pernah saya lalukan kepada orang yang lebih tua, apalagi kepada Presiden - yang merupakan lambang negara. Buat saya, Presiden adalah lambang negara, yang harus dihormati oleh siapa pun sebagaimana lambang lambang negara yang lain seperti lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih,"
Chairul Tanjung
"Sebagai orang Indonesia yang menghargai sopan santun dan tatakrama, tindakan yang tidak pada tempatnya, tidak dan tidak akan pernah saya lalukan kepada orang yang lebih tua, apalagi kepada Presiden - yang merupakan lambang negara. Buat saya, Presiden adalah lambang negara, yang harus dihormati oleh siapa pun sebagaimana lambang lambang negara yang lain seperti lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih,"
Chairul Tanjung
Kamis, 20 Juni 2013
Home; возврат; Volver; 復帰
Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home,
I'm just too far
From where you are
I wanna come home
by Michael Buble
Pernah ga ngerasa homesick akut? Jujur hari ini dan dalam beberapa hari terahir, gw lagi ngrasa begitu. Pake banget ! Homesick dalam hal ini bukan berarti cuma mau ngomongin pulang kota, mudik, pulang kampung, atau apalah yang biasa jadi sebutan kita untuk itu. Tapi mungkin kepada tujuan hidup. Tujuan dari setelah-proses yang kita pilih buat dijalani sekarang.
Di buku Titik Nol nya Agustinus Wibowo diceritakan kalo dia memilih memutuskan pergi keliling dunia, karena jenuh mengejar cita-cita yang sebenernya menjadi cita-cita orang tuanya. Most people, often run their ownlife just because they have to, not because they want to. Dan si Agustinus ini menemukan titik jenuhnya justru setelah menerima ijasah kelas wahid dari universitas nomer satu di Cina. Tentu pilihan menjalankan hidup dengan prinsip "they want to"nya itu, banyak menemui kendala di tengah mainstreamnya orang orang yang tidak berani memantapkan hati segila itu.
Back to my reality life, gw sendiri tidak bermimpi menjadi seekstrem dan sesufi Agustinus memaknai sebuah perjalanan hidup, hanya menginginkan punya keteguhan hati seperti dia. Bukan buat keliling dunia. Tapi dengan tujuan buat pulang. Tujuan hidup dalam hal apapun.
Pada akhirnya, berfokus pada tujuan akhir akan jauh lebih bijak daripada harus mengeluhkan keinginan sementara yang belum kunjung datang. Menjalankan pilihan hidup yang kita jalani didasari cinta. Bertanggung jawab akan segala hal yang menjadi pilihannya. Mencintai proses, menantikan hasil. Karena pada akhirnya, tujuan dari semua perjalanan ini adalah pulang. Pulang kembali ke tujuan kita masing-masing.
Mengutip khotbah jumat pada suati hari
Jika kita membaca hanya dengan mata, yang kita dapat adalah kata
Jika kita membaca dengan hati, yang kita dapat inspirasi
Masalahnya apa kita semua sudah menentukan kemana tujuan pulang? Dan sudah berusaha untuk mencapai tujuan itu. dengan hati..
#aw
Langganan:
Postingan (Atom)



