Selasa, 09 Februari 2010

Negeri Kadal - Sosiawan Leak

Sosiawan Leak#1
Sosiawan Leak#3
Sosiawan Leak#2



















Sosiawan Leak#4
----------------------------------

Negeri Kadal

Negri kami negri kadal
negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah
menjelma dasi, panji-panji hingga janji-janji
yang selalu terpelanting bacinnya ludah.
sambil melata, kami mengendap,
menikam dan bersenggama
sesekali menelikung lawan juga kawan.

negri kami negri kadal
negri yang bersemak rempah

berbelukar bahan tambang, berrerimbun hutan
namun selalu lapar
dengan pertikaian dan asap tebal
dari berbagai kayu bakar
agama, harta dan kekuasaan


kami selesaikan masalah
hanya lewat desis dan kata-kata
sedang tindakan tersembunyi dengan sempurna

di ujung ekor yang tak berdaya
menjelma bom, meledak sembarangan.
curiga mulus beranak pinak di sela sisik

malih rupa ketakutan
yang tak pernah terungkap di pengadilan
di negri kadal.

-Sosiawan Leak-

ratusan pasang mata dibuat kagum oleh beberapa puisi yang dibawakan pria ini malam itu.
syarat kritik,,disampaikan menarik dirangkai dengan kata penuh analogi..

Berbeda dengan kebanyakan penyampaian aspirasi masyarakat seperti sekarang ini. Atas nama demokrasi, kemudian menghalalkan segala cara yang justru cenderung anarkis, dan kurang santun dalam menyampaikan pendapat. Malah terbilang kekanak-kanakan, kebablasan, sekalipun negara ini penganut demokrasi.

otot lagi, otot lagi dan otot lagi. tanpa otak yang disetel lurus buat bersikap lebih manusiawi

Heran dan menjadi tanda tanya besar memang, bagi kemajuan negeri tercinta ini. Entah sampai kapan menjadi sebuah negara demokrasi yang besar, santun, dan terpelajar, jika masyarakat dan juga mahasiwanya masih berkeprilakuan seperti ini.

anyway,

sebenernya gw bukan penyuka puisi
dan seingat gw, ini jadi pertunjukan puisi pertama yang gw liat :)
tetapi melihat beliau perform,

benar2 kereen

Bangun INDONESIA dengan CARAMU..!!
dan ini pilihan beliau untuk menuangkan cintanya

seperti kutipan yang sampe hari ini dan akan selalu saya ingat


DIE FOR SOMETHING
NEVER LIFE FOR NOTHING

Senin, 08 Februari 2010

Mempertanyakan [kembali] peran media

Merdeka !!
Gw hanya seorang pembaca dan penikmat berita, masyarakat biasa dengan rutinitas pagi-sore berangkat-pulang kerja, dengan hobi kumpul-kumpul, bercanda bersama teman dan keluarga. Ini mungkin bisa jadi pendapat pribadi atau jadi pendapat kebanyakan manusia di negeri tercinta ini..

Politik, SARA, Ekonomi, Hukum, HAM, Korupsi, Skandal, bisa jadi ini topik yang paling hobi diulas oleh para pewarta. Dari materi berisi kritik sosial, kritik pemerintah, sampai yang tidak bernilai edukasi seperti gossip, skandal dan criminal (sekali lagi, penilaian ini bisa jadi hanya pendapat pribadi)..

Indonesiaaaa, tanah air kuu
Bahkan untuk acara hiburan dan film televisi, gw pernah mendengar seloroh yang mengatakan, guru anak kita adalah sinetron. Terdengar miris, tapi kenyataanya ini lah yang terjadi di negeri ini..

Jika kita menilai dari sudut pandang positif, memang tidak bisa dikecilkan peran dari media-media ini. Baik cetak atau Elektronik, perlu disyukuri dengan peredaran informasi yang cepat, tentu membawa dampak baik bagi perkembangan pendidikan masyarakat.

Namun akan sangat disayangkan, jika perkembangan teknologi dan teknologi informasi, tidak dibarengi dengan perkembangan ‘selera’ masyarakat. Seingat gw, masih belum berbeda dengan 10 tahun lalu saat sinetron ber episode hingga mencapai 4 digit, menjadi tontonan wajib bagi ibu-ibu, bahkan di komplek perumahan elit sekalipun. Dan parahnya, media dan industry pertelevisian mendukung ini. Gw bukan seorang anti sinetron, bukan juga pembenci infotainment. Sekedar sebagai asupan hiburan, tentu materi-materi seperti ini cukup menghibur..

Yang tidak berimbang hanya saja porsi dari content acara tersebut, yang kadang kebabalasan. Bagaimana menjadi Negara besar dengan rakyat berpemikiran intelektual, dan bagaimana pula menjadi rakyat yang damai bersahaja jika media yang pencuci otak paling sophisticated ini pun menyediakan materi tontonan yang kurang edukatif.

Bangs*t Negara
Terkadang gw jadi lebih tertarik membaca berita di forum-forum atau situs komunitas local yang justru disitu banyak mengulas, dan memberitakan informasi update mengenai prestasi Indonesia di mata dunia, prestasi anak bangsa, dan banyak materi lain yang menghibur. Dari anak jenius yang mendapat banyak penghargaan dari dunia luar, penemu-penemu Indonesia yang inovasinya bahkan diakui dunia, perkembangan teknologi terbaru, hingga informasi lifestyle yang memberikan beberapa referensi tujuan travel di Indonesia yang tidak kalah dengan tempat wisata, bahkan di luar negeri. Semua itu bisa gw dapat hanya di forum dan komunitas yang tentu saja hanya bisa diketahui oleh kalangan terbatas. Tapi bagaimana dengan kebutuhan informasi sebagian besar masyarakat lainnya? Apa mereka tidak berhak tahu? Atau bahkan justru media sendiri yang tidak ingin tahu dengan urusan ‘mencerdaskan’ masyarakatnya itu?

Jangan pernah kau gigit sesuatu yang tidak bisa kau kunyah. Quote yang pernah gw dengar dari Mario Teguh, salah satu motivator favorit gw. Atau dengan penjelasan sederhana, bahwa sebaiknya jangan kau nilai sesuatu jika tidak kau mengerti betul duduk permasalahannya. Yang terjadi di media sekarang ini justru sebaliknya. Opini public yang terbentuk dari berita yang berkali-kali disiarkan, membuat semua orang ‘merasa’ sudah pandai untuk menilai, menghukum, bahkan menghujat tokoh atau professional yang mereka ‘rasa’ telah berbuat sewenang-wenang.

Coba lw nyalain tv lo skrg, gw yakin materi berita dan tontonan hari ini, tidak jauh dengan dengan topic yang sudah Gw sampaikan panjang lebar kali tinggi di atas tadi. Dan sialnya, porsi berita terkadang tidak berimbang. Bahkan terkadang terlalu menyudutkan.

Lalu kapan putra – putri berprestasi Indonesia, mendapat giliran di beritakan di media? Kapan penemuan putra-putri bangsa di siarkan ke pelosok negeri dengan porsi yang mestinya lebih banyak daripada sinetron dan infotainment? Kapan teknologi dan inovasi dan bagaimana negeri ini kita bangga dengan negerinya sendiri, jika masih saja dijejali tontonan dan berbagai hal yang berbau asing? Lebih bangga dengan memakai produk luar negeri, latah dengan gadget elektronik yang iklan komersialnya terpampang di tiap sudut. Apa tempat mereka hanya ada di sudut ruang gelap forum kalangan terbatas saja?

Impian gw sebagai warga negara Indonesia sederhana aja. Melihat anak cucu kita bisa bangga dengannegeri dan tempat kelahirannya nanti. INDONESIA. Bukan mereka malu karena ketidakberesan birokrasi pemerintahan, bukan malu karena pertikaian, bukan malu karena ke anarkiasan masyarakatnya, bukan malu karena mestinya kita malu karena mereka malu karena ketidaktahuan mereka dan kita yang tidak berbuat apa-apa untuk membenahinya..

Tapi kapan??
Mungkin lw semua lebih tahu..

#AW

Rabu, 21 Oktober 2009

Belajar Menjadi Sempurna

Nobodys Perfect

Sering kita mendengar ungkapan " Tak ada manusia yang sempurna " sebuah ungkapan yang kelihatannya benar tapi malah sering menjadi alasan bagi kita ketika berbuat salah ataupun gagal. Bahkan secara tak sadar kita dengan mudahnya mengatakannya saat berada dalam titik terendah dalam hidup..

Sempurna bukan berarti tidak pernah gagal atau salah. Menjadi sempurna adalah sebuah proses. Proses belajar dari kesalahan dan kegagalan yang kita alami, juga proses belajar dari kebodohan2 yang kita lakukan. .

Menjadi sempurna berarti kita juga harus mempunyai motivasi yang tinggi. tak kenal kata menyerah dengan kondisi dan keadaan yang selalu membelit. yang terfikir adalah, selalu mencari jalan keluar dan berusaha menjadi pemenang dalam setiap pertandingan. juga tak mencari kambing hitam dalam setiap kegagalan dan kesalahan yang di alami. karena kesalahan mestinya menjadi guru terbaik untuk kita..

Untuk menjadi sempurna, kita dituntut mampu mengeksplorasi kemampuan dan potensi diri yang masih terpendam untuk terus menajadi lebih baik. Potensi akan semakin terasah ketika masalah muncul atau dimunculkan..

dan Menjadi sempurna menuntut kita untuk terus belajar, belajar dan memperbaiki diri. Sekali proses ini terlewati, kita akan menjadi smpurna pada tingkat itu. tapi kita akan belajar lagi menjadi sempurna pada tahapan atau permasalhan lain. Karena hidup adalah sebuah perjalanan menjadi sempurna pada tiap tingkatan hidup..

Mari kita belajar menjadi sempurna..

Rabu, 22 Juli 2009

seputar Aceh

Aceh, 5 Year After Tsunami

Masjid Besar Aceh
26 Desember 2004, bisa jadi menjadi hari yang tidak terlupakan bagi masyarakat Aceh. terjadi gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh, pada pukul 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 8,9 menurut skala Richter dan merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Asia Tenggara..

tapi musibah ini sudah 5 tahun berselang. Saat ini pemerintah setempat fokus memperbaharui fasilatas dan sarana umum, mempercantik kotanya kembali. gw berkesempatan jalan ke kota ini tahun 2009.


kapal pembangkit tenaga diesel. yang berada 5km di tengah laut ulelhe. tertambat di atas perumahan warga. saat ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata.

Museum Tsunami

Museum ini didirikan selain sebagai monumen mengenang tsunami, juga disiapkan sebagai tempat evakuasi jika terjadi lagi bencana ini di kemudian hari. interior kelas dunia, eksterior kelas bintang lima.

Museum Tsunami
Museum Tsunami




 Masjid Baiturahman

Beberapa foto di sekitar lingkungan masjid baiturahman, yang gw jujur cukup kagum dengan bagaimana masyarakat disini menjalankan ibadah. dan memang Mekahnya Indonesia gw rasa pantas disematkan di daerah istimewa yang satu ini

Masyarakat yang Religius
Sholat



Toleransi

 Pantai

Dengan presentasi daerah terparah terkena dampak tsunami, tentu saja membuktikan kalo di provinsi di ujung pulau sumatera ini penghasil pantai kelas wahid. Pasir Putih, Air Bersih, dan masih liar. for the last reason, yang paling penting menurut gw menilai pantai. hehaha :D

Pantai Lampuu - Ulee Kareng
Ceria kan mereka ? :)

 Kopi

Masjid sudah, pantai sudah, kapal nyangkut sudah, yang terahir yang gw capture dari perjalanan ini adalah kopi. yaa. Selain ganja, Aceh juga terkenal karena kopinya. Dan disini, di kopi solong yang sampe punya merchandise kaos sendiri kaya starbuck, wajib lw kunjungi saat berkunjung ke Aceh. Kopinya berkelas blm kalah dibanding kopi luwak lampung, atau starbuck kelas mall GI atw PI. hehe :D

Kopi Solong



Senin, 06 Juli 2009

Monolog Ronggeng Dukuh Paruk - Happy Salma

Srinthil#1
 Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pendukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten..

Happy Salma@Srinthil
Happy Salma@Srinthil
Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu. Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itu setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki mana pun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya, sepercik harapan timbul, harapan yang makin lama makin membuncah. Tapi, ternyata Srintil kembali terempas, kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan, tanpa harkat secuil pun...

Happy Salma @Srinthil
Happy Salma@srinthil























Sedikit ringkasan dari novel ronggeng dukuh paruk karya Ahmad Tohari, yang pada malam itu dipentaskan monolog oleh Happy Salma. Totaly Awesomee. performny total, ruar biasa :)